Fanpage : HMDA SADHATA
E-mail : [email protected]

Rumah Tahan Gempa


BEBERAPA KEBIASAAN BURUK MEMBANGUN TANPA MEMPERHATIKAN FAKTOR GEMPA.

Pada dasarnya ada dua jenis bangunan tembokan, yaitu :
1. Bangunan Tembokan tanpa Perkuatan.
Ciri khas bangunan ini adalah dindingnya terbuat dari tembokan bata atau batako dan tidak menggunakan kolom praktis, balok praktis, dan sloof. Bangunan ini tidak dianjurkan dibangun di daerah rawan gempa dengan alasan : relatif berat, getas dan dinding tidak kuat menahan gaya gempa yang bekerja di arah tegak lurus bidang dinding. Dengan rusaknya dinding maka bagian lain yang terhubung seperti rangka atap juga mengalami kerusakan bahkan runtuh.
2. Bangunan Tembokan dengan Perkuatan.
Ciri khas bangunan ini adalah dindingnya terbuat dari tembokan bata atau batako dan diperkuat dengan kolom praktis, balok praktis, dan sloof. Perkuatan ini dapat dibuat dari kayu maupun beton bertulang.

Bangunan ini dianjurkan dibangun di daerah rawan gempa dengan alasan : berat sedang, tidak terlampau getas cukup kuat menahan gaya gempa yang datang dari segala arah. 
Kebiasaan membangun yang berkembang saat ini adalah membangun rumah tembokan dengan perkuatan. Namun kebiasaan membangun tanpa didasari pemikiran bagaimana struktur ini nantinya berkerja menahan beban ini yang menyebabkan selama 25 tahun terakhir ini kerusakan serupa juga ditemukan kembali pada setiap gempa di Indonesia, hal ini tentunya selain kendala finasial yang menyebabkan mutu bahan dan pekerjaan yang rendah. Dari pengamatan yang dapat dicatat, umumnya kerusakan pada bangunan setelah terjadinya gempa sangat tipikal, seperti:
§ Penutup atap cenderung melorot.
§ Rangka atap cenderung lepas dari landasan balok atau kolom praktis.
§ Dinding-dinding pada arah yang berbeda cenderung berpisah.
§ Dinding-dinding cenderung retak pada arah diagonal.
§ Dinding cenderung runtuh.
§ Kegagalan pada sudut bukaan-bukaan pada kusen.
§ Kegagalan pada sudut-sudut dinding.
§ Sambungan yang lemah antara dinding dengan dinding, dinding dengan atap, dinding dengan pondasi batu kali.

Untuk lebih lengkapnya bisa Download DI SINI

0 Comments: